Tidak hanya menorehkan nama sebagai perempuan pertama yang jadi walikota surabaya tapi juga menjadi walikota pertama yang mendapat gelar penghargaan terbanyak. Yang monumental adalah gelar Walikota terbaik ke-3 dunia. Sebagian orang mencibir prestasi ini sebagai pencitraan. Sebagian lagi tidak menganggap penting gelar. Yang penting kinerja. Tapi sebagai masyarakat awan, gelar penghargaan menjadi alat ukurnya selain fakta di lapangan.
Masa Kecil di Kediri
Tri Rismaharini dilahirkan di Kediri pada 20 November 1961. Masa kecilnya dihabiskan di Kediri Jawa Timur. Sekolah Dasar (SD) Kediri ditamatkan pada 1973.Kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Surabaya. Lulus pada 1976. Sekolah Menengah Atas (SMA) lulus pada 1987 di SMAN 5 yang terkenal dengan nama SMA kompleks. Lulus pada 1980.
Selepas lulus beliau mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri dan diterima di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) mengambil jurusan arsitektur pada tahun 1987. Kemudian dilanjutkan ke program pasca sarjana dengan jurusan Manajemen Pembangunan Kota yang lulus pada 2002.
Kariernya sebagai pejabat dimulai saat dia menjadi staf di Pemkab Bojonegoro. Tidak banyak literatur yang membahas kinerja beliau di Bojonegoro. Tapi pernah disampaikan oleh Bupati Bojonegoro Suyoto bahwa salah satu taman di Bojonegoro adalah konsepnya dibikin oleh Tri Rismaharini saat menjadi staf disana.
Karier di Pemkot Surabaya
Sebagai pejabat karier mulai cemerlang saat menjadi bagian dari pemerintahan kota surabaya. Berikut jabatan yang pernah diembannya di Pemerintahan Kota Surabaya, yakni :
- Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
- Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan Kota Surabaya (2001)
- Kepala Cabang Dinas Pertamanan Kota Surabaya (2001)
- Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
- Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
- Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005)
- Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008)
- Wali Kota Surabaya (2010)
Kariernya mengalami kegemilangan saat menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bapeko).Gebrakannya dalam mengelola keuangan membuatnya semakin disegani. Penggunaan sistem e-proc membuatnya bisa menghemat anggaran belanja. Konon, pendapatan kota naik menjadi 4 kali lipat. Momentum kepopulerannya tepat menjelang berlangsungnya pilwali surabaya.
Terpilih sebagai Walikota Surabaya
Berpasangan dengan Bambang DH pada tahun 2010 mengalahkan pasangan Arif-Kadir. Saat itulah kariernya sebagai walikota surabaya dimulai. Di awal kepemimpinannya sempat mengalami cobaan. Dia dilengserkan sebagai walikota surabaya saat baru menjabat 3 bulan. Saat dia membuat kebijakan menaikkan pajak reklame. Untungnya upaya politik ini gagal saat para pemimpin partai di jakarta tidak nyaman dengan ulah anak buahnya di daerah. satu persatu mengurungkan sikapnya untuk melengserkannya.
Sempat juga berpolemik dengan Wisnu Sakti Buana. Wawali yang menggantikan Bambang DH yang sebelumnya mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai gubernur jatim. Polemik ini akhirnya berakhir setelah didamaikan Bu Mega.
Saat ini adalah tahun politik. Bulan september akan ada pemilihan walikota. Sebagai walikota yang diusung PDIP nampaknya akan ada perceraian politik. PDIP sudah mengisyaratkan untuk mencalonkan kader sendiri. Sementara Tri Rismaharini bukan kader. Sampai saat ini beliau masih tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Publik menginginkan beliau kembali memimpin Surabaya. Namun rumus relasinya beda dengan partai politik. Sebagian partai sudah mulai mengusung calonnya sendiri-sendiri. Misal, PKB sudah mengumimkan untuk mengusung Ahmad Dhani-Arzeti. Mungkin PDIP akan mengusung Wisnu. Bagi partai politik Risma bukan sosok yang menarik. Selain tidak piawai dengan dalam membangun jaringan politik beliau juga orang yang tidak bisa kompromi. Karena itu beliau pernah menyampaikan jika sampai saat ini masih belum terfikirkan untuk maju lagi sebagai cawali surabaya. Bahkan beberapa bulan yang lalu beliau mengurus pindah status PNS-nya dari staf pemkot jadi dosen di ITS. Apa itu sinyal bahwa yang bersangkutan tidak maju lagi sebagai walikota surabaya? Entahlah.
Sosok yang Religius dan Spiritualis
Beliau adalah pemimpin yang religius. Dalam berbagai kesempatan beliau tidak melupakan kewajibannya dalam menjalankan kewajiban agamanya. Setiap waktu sholat tiba beliau bergegas menunaikan sholat. Juga sering menghadiri kegiatan keagamaan undangan dari warga. Sepanjang tidak ada agenda kerjanya setiap undangan kegiatan keagamaan beliau sempatkan hadir.Selain religius beliau juga spiritualis. Dalam setiap tindakan dia selalu menyandarkan segala karena Allah SWT. Sering pula dia menanyakan kepada kiai untuk dimintakan pendapatnya. Salah satunya saat maju pilwali. Beliau bertanya kepada beberapa kiai spiritual tentang keputusannya maju dalam pilwali. Jika membawa manfaat dia maju jika tidak maka dia akan mundur. Yang menarik beliau minta didoakan agar tidak terpilih sebagai walikota. Mengingat tanggung jawab yang berat dihadapan Allah SWT.
Pada sebuah kesempatan dia bilang selama menjabat tidak umroh dan haji. Juga tidak berlama-lama berzikir. Sebagai seorang pemimpir seluruh waktunya adalah untuk yang dipimpinnya. Zikirnya adalah bekerja untuk rakyat yang dipimpinnya. Memberi manfaat yang sebesar-besarnya. Sebagaimana kaidah fiqih yang artinya dasar pijakan seorang pemimpin adalah memberi manfaat yang dipimpinannya. Tashorruful Imam Alar Roiyah manuttun Bil Maslahah.
Dia tidak haji dan umroh selama menjabat. Beliau takut jabatannya akan memberikan keistimewaan dalam beribadah. Tidak bisa dipungkiri bahwa pejabat yang sedang haji dan umroh selalu mendapatkan keistimewaan. Baik dari pihak penyelenggara haji maupun dari pemerintah. Takut bercampur dengan hak yang dipimpinnya. Juga dengan alasannya selama haji dia meninggalkan kewajibannya sebagai seorang pemimpin. Sementara haji dan umroh adalah ibadah yang tidak terikat waktu. Bisa kapan saja. Dia akan berhaji dan umroh setelah menjadi warga biasa.
Menutup Dolly
Yang paling berani dari beliau adalah menutup lokalisasi Dolly. Dimana semua pemimpin di Surabaya tidak ada yang berani melakukannya. Gejolak sosial yang ditimbulkan sudah dipersiapkan secara matang. Sempat ada perlawanan. Namun dengan tekad yang kuat akhirnya dolly bisa ditutup. Keberaniannya ini juga dilandasi kepasrahannya terhadap akibat yang mungkin diterimanya. Beliau sudah minta pada keluarganya untuk mengikhlaskan jika keputusan ini berakibat pada kematiannya.
Semoga beliau selalu dibimbing Allah menjadi pemimpin yang amanah. Amin
----------------
www.harmonis.net
iklan:
Agen Foredi Surabaya
Siap COD (antar) untuk Surabaya dan Sidoarjo
0816520973 PIN BB 51BFFD0A

